Puisi : Sebuah Penantian
Pada ruang dimana bahagia tercipta
Bait-bait dan aksara berdansa ria
Sajak cinta tumbuh di tepat haluan rindu
Dedaunan musim gugur menjadi latar bunga semi
Perempuan masih bertengger berhutang kabar
Kedip matanya menanti sayu
Di balut lukanya oleh kanak-kanak semesta
Serta angin turut menyelimuti dalam masanya
Ia menjadi teduh
Simpul senyumnya menatap kosong lembar putih
Ruai jemarinya memetik diksi sederhana
Memadu satu menjadi syair kalbu
Seketika ,semuanya terhenti
Semesta memeluk damai
Menyeluruh jiwanya pada jumpa yang singkat
Sebagai abdi pada janji tuk kembali
loading...

Post a Comment for "Puisi : Sebuah Penantian"