Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Puisi : Sebuah Penantian


Pada ruang dimana bahagia tercipta

Bait-bait dan aksara berdansa ria

Sajak cinta tumbuh di tepat haluan rindu

Dedaunan musim gugur menjadi latar bunga semi

Perempuan masih bertengger berhutang kabar

Kedip matanya menanti sayu

Di balut lukanya oleh kanak-kanak semesta

Serta angin turut menyelimuti dalam masanya


Ia menjadi teduh

Simpul senyumnya menatap kosong lembar putih

Ruai jemarinya memetik diksi sederhana

Memadu satu menjadi syair kalbu


Seketika ,semuanya terhenti

Semesta memeluk damai

Menyeluruh jiwanya pada jumpa yang singkat

Sebagai abdi pada janji tuk kembali




loading...
Puspasenja
Puspasenja Aku orangnya sabar. Ketika ada yang melempar dengan batu, aku membalas dengan bunga😚. Tapi dalam lubuk hati paling dalam pengen ngelempar potnya juga;)

Post a Comment for "Puisi : Sebuah Penantian"