Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Puisi : Rapuh 'Ku'

Angin dekap dalam hening malam

Berseteru, gaduh

Namun tersimpan dalam beku yang bisu..

Ingin berlari,

Namun terperangkap dalam Cahya Mu

Aku bersimpuh,

Peluh, hangat dalam kasihMu

Raga ini bertahan Tuhan

Jiwaku saja berkabut

Namun Engkau cekal

Dalam genggam rayu Mu

Meski jerit dalam asaku

Kau ciptaku tegar

Berdetik aku bertahan

Rinduku goyah, terluka

Diujung pintu mengembara

Hingga Engkau berkata "usai"

Puspasenja
Puspasenja Aku orangnya sabar. Ketika ada yang melempar dengan batu, aku membalas dengan bunga😚. Tapi dalam lubuk hati paling dalam pengen ngelempar potnya juga;)

Post a Comment for "Puisi : Rapuh 'Ku'"