Teks Drama tentang Emansipasi yang Memotivasi
Teman Tapi Membully (TTM)
Pada tahun ajaran baru, di sebuah universitas elit dan
tersohor. Semua mahasiswa dan mahasiswi baru memasuki kampus
dan menuju ke jurusan masing masing. Cerita ini dimulai saat awal
pertemuan ke dua orang sahabat, Nara dan Vanessa. Nara seorang gadis sederhana yang cerdas dan Vanessa
seorang gadis sederhana, cantik dan tegas tatkala bertemu dengan Alysa, Clara
dan Cheril yang merupakan anak orang kaya. Kedua pertemanan antara kubu Nara
dan Alysa sangat berbeda kasta. Kisah ini diawali dengan pertemuan Nara dan
Vanesha di kampusnya.
( Vanessa tidak sengaja menabrak Nara)
Nara : “aduh... aduh...” (sambil berdiri dan
membersihkan bajunya)
Vanessa : “eh... maaf ya... ga apakan?” (sambil
melihat kea rah Nara)
Nara : “ga apa kok” (sambil melihat Vanessa dan
terkejut)
Vanessa : “loh Nara kamu kuliah disini juga?” (dengan
wajah terkejut dan memegang pundak Nara)
Nara : “iya... aku ga tau kalo kamu kuliah disini
juga, kamu ambil jurusan apa?”
Vanessa : “aku ambil jurusan perpajakan, kalau kamu?”
Nara : “aku ambil jurusan design, kebetulan dapat
beasiswa di sini”
Vanessa :
“selamat ya, aku ke kelas dulu ya!”
Nara : “iya, baiklah sampai ketemu nanti”
Nara dan Vanessa berpisah untuk ke kelas masing
masing. Saat Nara sampai di kelas tiba – tiba muncul
seorang memasang wajah kesal melihat tampang Nara.
Alysa : “ehh...... siapa ini?” (tanyanya dengan nada
mengejek dan tangan yang menunjuk wajah Nara)
“lo ga salah kan?” (dengan nada yang mengejek)
Nara : “kenalin aku Nara (dengan wajah ramah dan mengulurkan
tangannya, tetapi tidak diterima oleh alysa) maksud kamu apa ya ngomong gitu?”
Clara : “maksud lysa tadi kamu ga salah jurusankan
? ini kan kampus elit ?” (dengan nada
sinis, sambil mendorong bahu Nara”
Cheril : “tau ah”(sambil menatap sinis ke Nara dan
memutar matanya)
Bel berbunyi menyatakan dimulainya mata
kuliah pertama...(kringggg.....kringgggg!!). Dosen pun masuk
kedalam kelas.
Bu Zea : “ selamat pagi .... selamat menjadi mahasiswa
baru di kampus kita semoga kalian nyaman dan senang” ( sambil berjalan menuju
ke tempatnya) “kenalkan nama saya Zea
kalian bisa memanggil saya dengan panggilan Bu Zea, keluarkan buku masing
masing dan pelajari tentang peta konsepnya terlebih dahulu”
Semua siswa : “Baik buuuuu” ( semua siswa mengeluarkan bukunya tanpa
terkecuali Alysa, Clara, dan Cheril )
Cheril : “bosen banget inii.....”( sambil melirik ke
dua temannya)
Clara : “iya nii.... bolos yuk?” (Tanya nya kepada ke
dua temannya sambil menaik turunkan alisnya)
Alysa : “jangan ini masih hari pertama, kita harus
berprilaku baik agar kita terlihat baik dimata semua orang, ide ku bagus kan?”
(sambil menoleh kedua temannya)
Cheril dan Clara : “iya dehh....” “serah”
Bu Zea : “harap tenang yaa....” (kembali kelas menjadi
hening)
Di koridor kampus, Alysa,Clara dan Cheril berjalan dengan sombong dan agak centil di
koridor itu. Memang belum bel masuk dan sekarang masih jam istirahat. Mereka
adalah siswi yang sombong dan tukang bully mereka suka membully siswi yang
culun,miskin, dan tidak populer.
Alysa: ”eh Clara lihat itu ada Nara, ayo kita kerjain
yuk kelihatannya asik”
Clara: “lo yakin Sa?”
Alysa: “yakin kok,udah ayo” (sambil menarik tangan
Clara dan Cheril,lalu mereka menghampiri Nara)
Nara : “maaf, kalian mau apa kesini?”
Alysa :”kami kesini mau ngerjain lo”
Nara :”kenapa kalian mau ngerjain aku??, emangnya aku
salah apa sama kalian??”
Cheril :”lo nggak tau kesalahan lo apa?, lo ituu..”
Alysa:”udah deh, salah lo itu banyak dan gausa pasang
tampang sok melas” (sambil menunjuk wajah Nara)
Nara:”mmmmm”
(dengan wajah yang ingin menangis tetapi ditahan)
Alysa:”udah deh dasar cewek munafik” (sambil menarik
rambut Nara)
Tiba tiba datang
Vanessa dan menarik tangan Alysa
Vanessa:”apaan sih Sa, lo jangan kelewatan gitu deh!!
jangan mentang mentang lo kaya, jadi lo seenaknya ngebully orang”
Clara:”udah deh Va, biarin aja Alysa mau ngapain
terserah dia kan”
Cheril:”betul, jangan sok jadi pahlawan gitu lo,sahabat
sama sama munafiknya”
Vanessa:”lo bilang apa Ril?” (dengan tampang yang
sedikit marah)
Cheril:”Apa!!!” (dengan wajah seperti menantang)
Vanessa:”apa lo?ngajak ribut hah?”
Tiba tiba
datang Bu Zea dan melerai mereka berdua,sedangkan di sisi lain Alysa Clara
sedang asyik berbincang bincang dan Nara sedang tertunduk sedih.
Bu Zea:”ada apa ini?kenapa kalian ribut ribut?”
(sambil melihat Cheril dan Vanessa)
Cheril dan
Vanessa hanya terdiam malu.
Bu Zea:”udah udah ,sekarang kalian kembali ke kelas
masing masing!!! Alysa, Clara, Nara
kalian juga ya cepetan kembali ke kelas”
Mereka
kembali ke kelas masing masing, beriringan dengan bel masuk dimulai.
Hari ini
adalah hari kedua mereka di kampus itu.
Mereka datang
dengan ceria begitupun dengan Nara walaupun kemarin ia mengalami kejadian yang
tidak menyenangkan. Ketika Nara berjalan di koridor kampus , ada seseorang yang
menyapanya
Vanessa : “selamat pagi Nara....”( sambil tersenyum
kearah Nara dan mensejajarkan langkahnya dengan Nara)
Nara : “pagi jugaa Nessa....”( dengan wajah yang tak
kalah ceria )
Dari arah
lain ada Alysa dan teman temannya
Alysa : “eh.... eh..... pagi pagi udah ada lo ngerusak
mood gue aja” (sindir alysa dengan nada sinis dan lirikan yang tidak enak)
Cheril: “iya nihh” (timpal cheril)
Clara : “suasana pagi yang seger jadi banyak polusi
deh”
Vanessa : “apa si loo.... mau cari ribut sama gue?
Iya?”
Alysa : “kalo iya kenapa?”
Nara : “udah deh Nes ga usa ditanggepin mereka, biar
aja” (lerai Nara sambil berbisik pada Vanessa, tetapi masi bisa didengar oleh
Alysa)
Alysa : “ga usa ikut ikut deh kalian inii” (sambil
memutar bola mata jengah)
Vanessa : “ya lo yang diem deh, lo itu bisanya Cuma
bully orang. Suatu saat, saat lo uda ada di bawah lo bakalan nyesel karena lo
pernah ngelakuin ini semua ke Nara. Inget itu!!, ayo pergi ra biarin mereka”
(sambil menarik tangan Nara)
Sambil
berjalan Nara dan Vanessa berbincang
Nara : “lain kali lo ga usa gitu ya nessa, biarin aja
mereka”
Vanessa: “ya ga bisa gitu, nanti mereka kebiasaan
ra... gue ga bisa liat temen gue diginiin”
Nara : “iya....gue
tau tapi ga harus gitu juga kan?, bisa pakai cara baik baik”
Vanessa : “iya lain kali dicoba”
Nara: “gitu dong”
Mereka
berdua berpisah untuk masuk ke kelas ,masing masing. Dan memulai pelajaran
Saat bel pulang
berbunyi di depan gerbang kampus terdapat ibu dari Alysa yang berdiri di depan
gerbang kampusnya
Alysa dan teman temannya segera menghampiri ibunya itu
Clara : “ hai tante dilla”
Cheril : “ hai te... apa kabar?”
Fadilla : “hai kalian, kabar tante baik. Ehmm,,Bisakah kalian tinggalkan tante
dengan Alysa? ”
Clara : “ayo de ril!”
Setelah
cheril dan clara pergi, Bu Fadilla mama Alysa tiba tiba menarik tangan Alysa
Fadilla : “nak cepat sekarang ayo kita pulang...”
Alysa: “kenapa memang ma??” (dengan raut wajah khawatir)
Fadilla: “mama bangkrut nak, dan rumah kita disita.
Makanya cepat pulang dan bereskan semua barang mu, mama sudah menyiapkan rumah
untuk kita”
Alysa : “ap...apaaa?? mama bangkrut”( dengan raut
wajah terkejut)
Fadilla : “i..iya nak... maafkan mama ya ”
Alysa : “mama bohong ya??”
Fadilaa : “ga nak mama ga bohongin kamu”
Alysa
langsung lari ke teman temannya dan meninggalkan ibunya. Setelah sampai di
tempat Clara dan Cheril.
Clara: “ada apa Lys?”
Alysa : “mama gue bangkrut, dan sekarang gue pindah
rumah”
Cheril : “seriusan”
Alysa : “Iya beneran”
Clara : “bukannya apa apa ya Lys, kan lo yang ajari
kita buat kalo temenan harus samain derajat. Dan sekarang kita ga mau temenan sama lo, maaf ya”
Cheril :” iya “
Dengan wajah
sedih Alysa berjalan dengan tampang murung dan sedih kearah taman. Dan tidak
sengaja dilihat oleh Nara dan Vanessa.
Nara : “Ness itu Lysa kan?” (sambil menunjuk seseorang
yang sedang berjalan kearah taman dengan air mata)
Vanessa : “udah de biarin aja Ra”
Nara : “tapi dia ga kayak biasanya, kayaknya dia sedih
deh, susulin yuk!” (sambil menarik Vanessa ke arah perginya Alysa)
Setelah tiba
di dekat Alysa, Vanessa menarik tangan Nara
Vanessa : “bentar deh kayaknya dia nangis deh ra”
Vanessa : “bentar deh kayaknya dia nangis deh ra”
Nara : “udah deh ayo” (sambil menarik tangan Vanessa
untuk segera menuju tempat Alysa)
Nara : “ Hai lys... kenapa?”
Alysa : “kenapa kalian kesini mau ejek gue iya?”
Vanessa : “kalo bukan gara gara Nara gue ga bakal kesini”
Vanessa : “kalo bukan gara gara Nara gue ga bakal kesini”
Nara : “shttt.. biar gue aja” (sambil menarik Vanessa)
Nara :” kenapa Lys? Lo bisa cerita ke gue” (sambil
duduk dan mengelus pundak Alysa)
Alysa : “lo yakin mau denger cerita gue atas semua
yang udah gue lakuin ke lo ? ”
Nara :” Iya Sa, cerita aja lagipula aku udah maafin semuanya kok ” ( Nara melempar
senyum untuk Alysa)
Alysa : “makasih ya.... lo mau ga jadi temen gue?”
Nara : “kenapa ga?” (sambil melirik ke Vanessa)
Alysa : “maafin gue ya gue pernah jahat ke kalian maaf
ya” (dengan wajah bersalah dan menunduk)
Nara : “ iya gue maafin kok, iya kan ness?” (sambil
melirik Vanessa)
Vanessa : “iya...”
Lama
kelamaan, mereka berteman baik dan bersahabat. Alysa sekarang sudah bersikap
baik dan berteman dengan Nara dan Vanessa, mereka pun kerap terlihat bersama.
Namun disisi lain Clara dan Cheril pun tidak pernah terlihat bersama lagi
dengan Alysa. Kebersamaan Alysa dan Nara semakin dekat
Nara : “ Lysa, Ayo ke kantin!” ( ajak
Nara saat melihat Alysa sedang melamun duduk di depan kelas )
Alysa : “ Eh, maaf .. apa Nar?” (
tanyanya sekali lagi memandang Nara)
Nara : “ Ke Kantin Yuk! Aku lapar
sekalian kita ke Vanessa”
Alysa : “ Oh .. ayo! aku juga lapar”
Alysa
dan Nara berjalan menuju kantin dan saat ditengah-tengah mereka bertemu dengan Clara dan Cheril
Nara : “ Hai Clara! Hai Cheril!” (
Sambil melempar senyum)
Clara : “ Apaan sih, jijik gue!” ( sahut
Clara dengan nada judes nya)
Alysa “ Hai!” ( Sapa Alysa sambil
tersenyum)
Cheril “ Eh Clara , disapa tuh!”
Clara : “ Ih, apaan sih... masih berani
nyapa kita loe?” ( Kemudian keadaan menjadi hening)
Clara : “ Yaudah , Ril ayo pergi mereka
nggak selevel sama kita!!”
Dengan
Nada congkak, Clara dan Cheril berjalan pergi meninggalkan mereka tanpa
sedikitpun rasa belas kasihan.
Suatu
hari , Clara dan Cheril sedang duduk berdua
Clara : “ Cheril, gue mau tanya ama lo”
Cheril : “ lo mau tanya apa ra? kayaknya
ini serius”
Clara : “ Ehmmm, loe ngerasa bersalah
nggak sih sama Alysa, Nara dan Vanessa?”
Cheril : “ Nggak tuh “ ( jawabnya dengan
merasa tak bersalah)
Clara : “ Ril, please jawab gue jujur!!”
Cheril : “ huh...( sambil menngambil dan
membuang nafas) , jujur gue merasa
bersalah.. Ra?”
Clara : “ Apa?”
Cheril : “ menurut lo kita terlalu
berlebihan nggak sih sama mereka?”
Clara : “ menurut gue sih iya. Kita udah
semena- mena sama mereka. Apalagi sama Alysa, padahal Alysa adalah sahabat
kita”
Cheril : “ Iya Ra, gue pikir-pikir kita
emang udah keterlaluan”
Clara : “ Gue pengen kita kayak dulu
Ril, seumpama kalo kita minta maaf lo setuju nggak?”
Cheril “ Boleh, gue setuju tuh !”
Clara : “ Yaudah mending kita minta maaf
sekarang sebelum semuanya terlambat”
Cheril : “ Ayo , kita cari Alysa sama
Nara sekarang yuk!”
Clara : “ Ayo!!!”
Clara
dan Cheril pun telah menyadari kesalahannya lalu mencari Alysa dan Nara ,
mereka ingin meminta maaf. Sedangkan Alysa , Nara dan Vanessa sedang duduk dan
mengobrol sambil memakan snack di taman.
Clara : “ Alysa!!!!!” ( teriak Clara
sambil menghampiri Alysa, Nara dan Vanessa)
Alysa dkk : “ Clara!!” ( Mereka bertiga berteriak
kaget)
Clara : “ Lys... gue sama Cheril mau
minta maaf sama lo karena gue ninggalin loe pada saat lo ditimpa kesusahan”
Cheril : “ Iya Lys”
Alysa : “ Gue udah maafin kok !” (
sambil tersenyum ke arah Clara dan Cheril )
Clara : “ gue juga mau minta maaf sama
Nara dan lo Ness”
Cheril : “ Iya gue juga minta maaf”
Nara : “ Iya , gue sama Nessa udah
maafin”
Vanessa : “ Yeay!!! Sekarang kita
berteman!!” ( Ucap Vanessa sangat
girang)
Alysa : “ Apaan sih lo!” ( melihat sinis
arah Vanessa melihat tingkah girangnya )
Clara, Cheril, Nara Alysa : “ Ahahaaha” ( mereka tertawa lepas )
Akhirnya
mereka semua berteman dan menjalin persahabatan. Dari cerita ini , dapat kita
petik suatu pelajaran yang bermakna bahwa setiap manusia memiliki emansipasi
atau persamaan hak yang harus diperjuangkan agar mereka hidup tanpa terkekang
belenggu. Begitupun dengan menjalin pertemanan. Janganlah ,memandang kasta dan
rupa dalam memilih teman , karena pada dasarnya teman yang kalian sakiti terus
merasa tertekan. Maka berhentilah untuk saling membully seseorang dan
bergaullah dengan siapa saja , asal pergaulan itu membawamu ke arah yang baik.
SEKIAN
TERIMAKASIH :)
loading...

Post a Comment for "Teks Drama tentang Emansipasi yang Memotivasi "