Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Puisi Pendek : Hujan Terakhir


Hujan Terakhir

Ku melangkah dalam sepi
Tahajud dalam fajar
Esok kan ku temukan luka
Luka cerita, bahagia, dan penantian
Pelangi menyambut seketika ku berhenti
Menyeringai fajar dalam kemilau sang kejora
Dan kini aku berhenti... aku berhenti dalam tangisan
Senyuman pelangi menyambutku...
Aku bertahan...
Senyum , meyakinkanku

Menorehku dengan kebenaran
Puspasenja
Puspasenja Aku orangnya sabar. Ketika ada yang melempar dengan batu, aku membalas dengan bunga😚. Tapi dalam lubuk hati paling dalam pengen ngelempar potnya juga;)

Post a Comment for "Puisi Pendek : Hujan Terakhir"